The Bloody Pendant Part



“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk!!”
“Kau bermimpi lagi?”          
“Natasha, akankah mimpi ini selalu datang kepadaku?”
“Tidak, jika kau berhasil membunuh roh jahat itu”
Malam ini mimpi itu kembali datang. Mimpi yang sebenarnya aku tak tau artinya. Hanya seakan menandakan aku harus segera membunuh roh jahat yg berada dibumi. Aku tak percaya dengan sebuah cerita yang selalu Natasha dan Victor ceritakan. Cerita yang menurutku aneh, yang mustahil terjadi didunia ini.
                Cerita bahwa banyak nya roh jahat dibumi, yang sengaja datang mengincar para manusia untuk dijadikan kekuatan bagi mereka. Dan cerita bahwa kalung liontin yang ku pakai adalah satu-satu nya alat untuk dapat memusnahkan seluruh roh jahat itu. Kalung ini ku dapatkan sekitar 10 tahun yang lalu saat usiaku 5tahun. Ibuku yang memberinya, “Ini hadiah untukmu sayang, kalung yang sangat berharga, jagalah kalung ini hingga kau mengerti cara menggunakannya” itulah kata kata terakhir ibuku sebelum meninggal dunia karena pergi melawan roh jahat itu.
                Natasha adalah orangtua penggantiku, ia perempuan yang sangat baik mempunyai kekasih bernama Victor, yang entah kapan mereka akan menikah. Natsha berbeda 5tahun lebih tua dariku. Ia sangat pandai, sehingga diterima di Tokyo University.
“Hari ini hari pertamamu sekolah ditempat yang baru, pergilah, bergaulah dengan teman-teman sekelas, jangan terlalu pendiam oke!” Ucap Natasha sambil membereskan sisa-sisa sarapan
“Baiklah”

∞∞Disekolah∞∞
“Silakan perkenalkan namamu” Perintah guru tersebut
“Hay.. Namaku Afsheen Andresia”
“Sudah?”
“Sudah bu” Jawabku dengan wajah yang datar
“Oke, sangat singkat. Baiklah Afsheen, silakan duduk dikursi yang kosong. Untuk anak-anak yg ingin lebih mengenalnya silakan tanyakan kepada Afsheen langsung”
Pelajaran dihari pertama membuatku bosan, sangat bosan. Beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi. Beberapa orang menghampiriku dan bertanya inilah itulah, seperti biasa aku menjawabnya dengan datar dan singkat. Baiklah mungkin mereka bosan berbicara denganku maka satu persatu dari mereka meninggalkanku.
                Aku putuskan untuk kekantin membeli makanan atau sekadar camilan untuk mengisi perut. Banyak orang yang membicarakanku..
“tuh anak baru ngeselin”
“sombong”
“belagu”
Aku tidak peduli, whatever lah. Aku duduk dimeja pojok paling kanan dekat warung yang bertuliskan “warung ibu Shasha” duduk sendiri. Sampai ada 1 meja dengan 4 orang disana yang memperhatikanku. Aku benci dengan ini, namun aku mencoba untuk tidak memperdulikannya dan langsung bergegas pergi menuju kelas.
“Hey..”
Ada yang menyapaku, aku menghentikan langkahku tanpa menoleh kearah suara tersebut berasal. Lalu terdengar langkah kaki itu mendekat kepadaku.
“Anak baru?” Tanyanya dengan lembut
“Kenalin aku Finnick :D (sambil menyodorkan tangannya)”
Namun aku tak menyodorkan tanganku.
“Afsheen” kataku sambil melanjutkan langkahku
“Hmm nama yang baik” katanya sambil aga berteriak

2 bulan kemudian..
“Belum ada 1pun orang yang berteman denganmu Afsh?” Tanya Natasha seperti orang kebingungan
Aku tak menjawab, hanya mengangkat bahu lalu melanjutkan membaca buku.
“Memang apa saja yang kau lakukan disekolah?”
“Membaca diperpus” Jawabku singkat
Ku pastikan sebelum berangkat sekolah aku sudah tau apa yang akan terjadi nanti disekolah. Apakah aku akan bertemu dengan Finnick? Oiya fikiranku teringat oleh Finnick, sudah 2bulan ini aku tak melihatnya disekolah. Kemana Finnick? Ah sudahlah mengapa aku harus memikirkan lelaki itu.
∞∞
Hari ini sekolah pulang jam 5 sore, mungkin akan telat sampai rumah pikirku. Ditengah perjalanan, tiba-tiba..
Shhheeeennnnggggg…. Gumpalan hitam muncul dengan memanggil-manggil namaku
“Afsheen.. Afsheen.. Afsheen.. ikutlah denganku .. maka kau akan mendapat kebahagiaan atau berikanlah kalung liontin itu kepadaku..”
“Si.. siapa kau???!!!” tanyaku gemetar, namun aku berusaha menutupi kegemetaranku
Tak salah lagi ini adalah mimpi buruk yg terjadi padaku, apakah apa ini..
“Apa kau Roh jahat?” tanyaku sedikit berteriak,tapi tetap dengan datar
“Kau memang gadis yang pandai, tak salah jika Viona mengincarmu”
“Siapa Viona?”
“Sudahlah kau tak usah banyak tanya, ikutlah denganku maka kau akan tau yang sebenarnya terjadi”
Tanpa sadar, aku mulai melangkah mendekati roh jahat itu, namun..
Sheeeeeeeettttttttt
“Afsheeeeeennnn…” Teriak seorang lelaki memanggil namaku
“Kurangajar kau lagi kau lagiii” Kata roh jahat
“Aku tidak akan membiarkanmu mengambil nyawa manusia tak bersalah, lawanlah aku dahulu”
Finnick? Tidak mungkin, bagaimana bisa ..
Malam ini aku melihat langsung bagaimana Finnick melawan roh jahat itu, dan pertarungan dimenangkan oleh Finnick.
“Kau tak apa?” Tanyanya
“Bagaimana bisa kau?” Tanyaku masih dengan keadaan gemetar
“Lain kali berhati-hatilah, jagalah dirimu dan jagalah kalung liontin pemberian ibumu. Banyak roh jahat yang mengincar dirimu Afsheen. Ayo ku antar kau pulang(seraya menggenggam tanganku)”
Aku terdiam, bagaimana bisa Finnick mengetahui semua tentangku. Bagaimana bisa? Beberapa menit kemudian, aku dan Finnick tiba dirumah.
“Finnick?” Panggil Natasha
“Maaf Natasha, kami pulang agak larut” Kata Finnick
“Kalian sudah saling kenal?” Tanyaku
“Sudah, baiklah Natasha,Afsheen aku pulang dulu”
“Antarlah sampai depan” Bisik Natasha kepadaku
“Afsheen berhati-hatilah”
Aku tak menjawab, masih terdiam dengan wajah yang datar. Finnick mulai melangkah pergi, namun tiba tiba mulutku berucap
“Finnick”
Finnick berhenti dan menoleh
“Terimakasihh :) berhati-hatilah dijalan, selamat malam :)” Ucapku
“Baiklah :)

To Be Continued….

Komentar