Melodi..



Minggu, 1 Maret 2015
                Sore itu sekitar pukul 15.30 WIB aku pulang dari liqo. Saat ingin menyebrang jalan raya dari gg voli aku melihat seorang perempuan remaja mengendarai motor matic bersama temannya. Dengan rambut yang berkibar kibar. Aku tak asing dengan wajahnya. Aku tak asing dengan bentuk badannya meski ia sedang diatas motor. Dengan juteknya ia melewatiku.
                Yap tak salah lagi. Pasti itu dia. Iya dia. Temanku 2tahun lalu. Bisa dibilang sahabatku 2tahun lalu. Sebut saja dia “Melodi”. Mungkin ia tak menyadari bahwa aku ada saat itu. Tapi aku juga tak tau pasti, karena saat ia pas didepan ku wajah juteknya muncul. Muncul kembali. Sama seperti malam itu saat aku dilewatinya tidak bersalaman.
                Sore itu aku hanya terdiam lalu tersenyum melihat ia melewatiku begitu saja. Itu lebih baik. Sangat baik bagiku. Aku berusaha untuk tidak memperdulikannya, namun tetap saja pikiran dan hatiku terus peduli padanya. Mungkin dulu memang aku mempunyai salah padanya. Namun, sekarang aku bingung. Kenapa sikapnya begitu kepadaku? Bukankah saat itu kita sudah berbaikan? Bukankah saat itu kau sendiri bilang padaku “gue bukan tuhan, gue cuma manusia biasa. Tuhan aja maha memaafkan, masa gue yg manusia ga memaafkan. Udah gue maafin kok” kalimat itu masih aku ingat hingga saat ini.
                Setelah itu kisah kembali normal seperti sebelumnya. Namun, kenapa sekarang kau begitu? Aku bingung amat bingung dengan sikapmu. Dan, sebenarnya aku kasihan sekaligus iri kepadamu. Kasihan, karena aku,  kau jadi dibenci oleh teman-temaku. Padahal temanku juga temanmu. Sungguh, aku tak pernah memengaruhi mereka untuk membencimu. Namun, mereka sendirilah yang membencimu karena sikapmu. Aku minta maaf.
                Iri? Yap aku sangat iri padamu. Banyak orang bilang “Iri tanda tak mampu” aku mengakui itu karena memang aku tak mampu seperti mu seperti dirimu melodi. Kau sangat cantik, rambutmu indah, badanmu tinggi langsing, putih, pintar, mempunyai apa yg kau mau. Sedangkan aku? Aku tak cantik, badanku pun pendek, hitam, tak semuanya yg ku ingin terpenuhi. Namun, aku bersyukur atas nikmat yg diberikan Allah kepadaku. Aku tak mau terus terusan iri kepadamu. Karena setiap kekurangan yg Allah berikan pasti ada kelebihan dan setiap kelebihan yg Allah berikan pasti ada kekurangnnya.
                Banyak  kata kata. Banyak kalimat. Banyak perbuatanmu yg selalu membuatku sakit hati. Yg membuatku kesal. Namun, aku selalu berusaha untuk tak membencimu. Tak sedikitpun membencimu melodi. Walau pernah aku membencimu dulu. Karena bagaimanapun kau pernah menjadi temanku. Kita pernah bersama walaupun itu 2tahun yg lalu.
                Teruntuk Melodi semoga Allah membukakan pintu hatimu. Aamiin:)

Komentar